MEMUTUSKAN tidak langsung pulang usai dari rumah Kenzie, rupanya Rissa membelokkan skuter matic-nya ke sebuah SPBU. Mengisi bensin. Memang sih jarum indikator bensinnya belum mepet-mepet banget menyentuh huruf 'E'. Tapi Rissa sengaja mengisi penuh lagi bensin motornya sekarang daripada besok masih repot-repot mengantre di SPBU. Tahu sendiri besok sudah hari Senin. Baru saja Rissa keluar dari area SPBU ketika ponsel yang dikantonginya berdering. Rissa menepikan motornya demi mengangkat panggilan masuk itu. "Iya, halo, Ma." "Rissa, kamu di mana? Masih di rumah temanmu?" "Nggak, Ma. Ini Rissa baru ngisi bensin. Tapi sekarang Rissa udah mau perjalanan pulang, kok. Ada apa, Ma?" "Ah, nggak. Tapi kebetulan kalau kamu masih di jalan. Mama mau minta tolong sama kamu." "Minta tolong apa,

