Kado [I]

1980 Kata

KENZIE belum beranjak dari bangku akar kayunya, walaupun Rissa sudah berpamitan pulang beberapa menit lalu. Kembali bertemankan sepi, Kenzie hanya memandangi dua bekas kosong cup puding cokelat vla vanila itu karena isinya yang kini memang tak bersisa lagi. Segaris senyum tipis tercetak di bibirnya. Tidak salah juga ia meminta Rissa datang ke rumahnya, meski harus berdalih di balik permintaan mengantar puding cokelat vla vanila itu. Setidaknya cewek itulah orang pertama yang mengucapkan selamat ulang tahun untuknya secara langsung. Dan soal puding cokelat vla vanila itu, mungkin bagi Kenzie sendiri ini kedengarannya aneh, mungkin juga berlebihan. Tapi, bolehkah ia menganggap puding cokelat vla vanila buatan Rissa lebih istimewa daripada sebentuk kue ulang tahun supermewah khas patisseri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN