Aku tidak tahu apa yang kurasakan sekarang. Aku melirik barangku yang sudah tersusun rapi di sebuah tas hitam yang disediakan sipir penjara untukku. Hari ini secara resmi aku akan keluar dari penjara. Seharusnya aku senang, tapi entah kenapa, ada perasaan aneh yang kurasakan saat akhirnya aku bisa keluar dari sini. Mungkin karena aku sudah mulai akrab dengan para napi di sini? Atau mungkin juga karena emosi Gadis yang sedikit banyak mulai bisa kurasakan? “Kalau belum bisa membedakan kalian, aku pasti akan salah mengira kamu adalah Gadis,” kata Rama tiba-tiba. Aku tersentak kaget saat mendengar suara yang kupikir tidak akan pernah kudengar lagi itu. Reflek, aku menoleh ke belakang punggungku. Rama sudah berdiri tepat di belakangku sambil memberiku senyuman lebar yang lan

