Dering telepon itu membuat kepalaku seakan ditikam dengan ribuan jarum! Secara reflek, aku terbangun dengan linglung dan melirik jam weker yang ada di sisi kanan tempat tidurku! “Siapa orang gila yang membangunkanku jam lima subuh? Tidak tahu apa aku baru tidur jam tiga?” omelku kesal. Dengan jengkel, kusambar ponselku yang kugeletakkan begitu saja di nakas samping tempat tidurku. “Hallo!” bentakku kesal. “Dengan Pak Rama? Kami dari Kepolisian. Maaf mengganggu pagi-pagi, tapi kami rasa, Anda ingin secepatnya diberitahu tentang hal ini!” Kantukku tiba-tiba hilang. Kepolisian? Apa tentang Kirana? Sejauh ini, kasus yang kuhadapi dengan klien yang ada di penjara hanyalah Kirana. “Ada apa dengan Kirana?” tanyaku cepat. “Subuh tadi, dia mencoba bunuh diri.

