Aku membelalak tidak percaya pada Dokter Heru dan Dokter Sam. Sambil menggeleng keras, aku menatap mereka dengan nanar. Mereka berdua gila! Aku berdiri dari kursiku dan mundur ke belakang. Aku tidak mau terlalu dekat dengan dua dokter gila ini! “Itu tidak mungkin!” teriakku pada mereka berdua. Sekalipun bersikap cukup kasar, tidak seorang pun dari mereka tampak tersinggung dengan sikap maupun ucapan kerasku. Tatapan prihatin mereka membuatku semakin ingin marah, namun juga membuatku malu dengan tindakanku barusan. “Katakan padaku kalau itu semua hanya bercanda!” kataku setengah pasrah. Dokter Heru maupun Dokter Sam tidak bergeming. Dokter Sam menundukkan kepalanya, sementara Dokter Heru masih menatap lekat padaku. ”Seandainya kami bisa memberitahumu kalau semua

