PART 53

1996 Kata

Davin masih kebingungan, tak tahu harus melakukan apa untuk menenangkan Geundis yang masih menangis tersedu-sedu dalam pelukannya. Tapi sungguh pria itu merasa iba sehingga kedua tangan yang awalnya menggantung di sisi tubuh, mulai bergerak untuk melingkari punggung Geundis yang bergetar.  Berulang kali tampak ragu karena Davin selalu tidak jadi melingkarkan kedua tangannya di punggung Geundis, akhirnya dia menyerah dan benar-benar balas memeluk gadis itu. Dengan maksud menenangkan, Davin mengusap-usap punggung Geundis, lalu berkata, “Udah deh, kamu jangan nangis terus.”  “Tapi aku takut, Dav. Tadi itu beneran aku abis bicara sama hantu jenazah itu. Aku bener-bener gak nyangka tadi itu aku bicara sama hantu, kirain aku bicara sama manusia. Kamu percaya kan sama ceritaku ini?”  “Iya, iya

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN