POV Aini "Banyak hal yang tidak bisa kuceritakan,” jawabku pada Pak Hamiz yang terlihat tidak terima semenjak kata penolakan pertama tercelus keluar dari bibirku. “Yang pastinya aku wanita bersuami yang tidak bisa menerima ajakanmu.” “Ibuk kalau mau nolak saya, jangan dengan cara ini dong Buk,” Pak Hamiz menatapku tajam. “Mau bagaimana lagi ‘kan jika kenyataannya begitu?” Sahutku seraya menghela napas. Raut kesal lelaki itu langsung berubah menjadi tanpa rona. “Jadi Ibuk udah rujuk sama mantan suami Ibuk?” Pak Hamiz terlihat memastikan, “Yang kata Fadli dia pria kejam, kasar, yang telah menelantarkan kalian selama ini.” Pak Hamiz terlihat begitu kecewa. Sedikit tidak menyangka dengan pertanyaannya, aku diam sejenak, lalu dengan ragu menganggukkan kepala. Entah bagaimana lihainya Pak

