“Berani sekali kamu menipuku, Aini!” Erangan marah Elios terdengar emosi, lelaki itu menangkap dagu kecil Aini dan mencekramnya erat. Aini shock di tempat duduknya, sepasang mata ketakutan wanita itu akhirnya melirik ke bawah, dimana kedua kakinya gemetar hebat. “Berani sekali kamu menutupi kehamilanmu padaku!” Aini terlihat berusaha menjelaskan, Elios yang terlanjur kecewa seperti menulikan telinga. “Kamu benar-benar perempuan, sialan!” Elios menarik kasar tangannya dari wajah Aini. Aini yang shock terlihat berusaha menjelaskan, “Mas, dengarkan aku dulu ….” “Apa yang harus kudengarkan dari mulut pendustamu itu, hah?” Aini menelan salivanya yang terasa pahit dengan susah payah, disentuhnya lengan kokoh Elios untuk menenangkannya. Usapan lembut wanita itu di lengannya membuat Elios

