“Sekarang Mama tengah hamil sayang, adik untukmu … sesuai permintaanmu.” Demi menghibur Fadli, Aini berkata seperti itu. Fadli tertegun sejenak, kepala bocah itu yang menggeleng membuat Aini terkejut. “Fadli nggak pengen punya adik.” Fadli berkata jujur. “Dli memang pengen punya saudara, tapi Dli tidak mau dia menderita dengan memiliki ayah yang sama.” “Tapi bukannya kamu yang minta sayang …?” Seharusnya kebahagiaan Fadli tentang kehamilannya yang menjadi satu-satunya hal yang menarik bagi Aini untuk mensyukuri apa yang sudah mengisi perut wanita itu. Tapi ternyata, Fadli sendiri tidak mengharapkan hal itu samasekali. “Papa yang maksa Dli untuk memintanya sama Mama.” Tangan Aini mengepal. Decihan wanita itu terdengar. Elios sialan! Eli sialan! Wanita itu frustrasi memikirkan ulang yan

