Bayangan tubuh Aini yang kecil, mungil dan menggemaskan, menghantarkan Elios ke kamar pembantu yang postur tubuhnya seperti Aini. Gadis itu terkejut saat sang Tuan Muda berdiri santai di ambang pintu, dengan polosnya Elios bersandar dengan dad* t*lanjang sambil menanyai wanita itu yang tidak diperdulikannya tengah mati-matian menahan diri untuk tidak tergoda dengan tubuh sang majikan, “Bisa pinjam pakaianmu?” “Eh?” Wanita itu gelagapan. Sepertinya malu. Karena sebelumnya mengada-ngada berpikir Elios datang dengan penampilan seperti itu untuk menggodanya. Entah apa yang dialami wanita itu di rumah majikannya sebelumnya, karena di rumah ini semua pembantu wanita kesuciannya sangat terjaga dari jamahan-jamahan tuan dan tamu-tamu hidung belang. “Untuk apa, Tuan?” Wanita itu merunduk malu.

