POV Aini Sarapan pagi ini berlalu hangat. Tidak kusangka-sangka pagiku akan disambut dengan seceria ini. Yang paling menghangatkan suasana adalah Mas Eli, sejak tadi lelaki itu tertawa. Mengajakku, Fadli dan keduaorangtuanya untuk bercanda sambil menyantap sarapan. Aku tidak bisa menyangkal pada sekitar bahwa aku bahagia, sudah lama sekali aku merindukan keluarga yang seharmonis ini semenjak aku pergi dari rumah Mas Eli. Kuharap Fadli yang juga tertawa sama lebarnya, juga bisa menikmatinya. Karena sejak beberapa hari yang lalu, Fadli sendiri yang bilang dia amat menginginkan keluarga bahagia yang utuh. Pagi ini, hanya dengan perlakuannya yang baik dan senyumnya yang manis, Mas Eli mewujudkan mimpiku dan Fadli. “Hari ini kamu ke sekolah ‘kan, Dli?” Mas Eli menanyai Fadli sambil menyant

