Bab 18: Setelah Dirawat

1659 Kata

Kulirik Mas Eli yang pulas di atas sofa. Setelah memastikan lelaki itu tidak akan bangun, aku turun dari brankar diam-diam. Mumpung Liam tidak ada, aku mengambil kesempatan tersebut untuk kabur. Dengan paksa kulepas selang infus dari tanganku, lalu pergi ke luar ruangan ke ruang sebelah dimana Fadli berada. “Nyonya Aini?” Liam yang menenteng sekeranjang buah-buahan berhenti melangkah dan menatapku bingung. Aku yang tertangkap basah ada di luar ruangan menelan ludah. “Anda mau kemana?” “Ke ruangan Fadli,” jawabku. “Mas Eli bilang, dia juga dirawat di sekitar sini. Kamu tahu dimana?” “Sudah minta izin pada Tuan Elios Anda keluar dari ruangan?” Aku tidak menjawab karena nyatanya aku kabur diam-diam. Menyadari gelagatku, Liam menghela napas lalu mengajakku santun, “Lebihbaik Anda kembali se

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN