Bab 19: Kesempatan Yang Tidak Bisa Diberikan

1352 Kata

“Apa yang ingin kamu bicarakan?” Ujarku sambil merobek-robek cek yang tadi lelaki itu berikan. Aku mengambil handuk untuk menutupi punggungku yang terbuka jelas, Mas Eli yang tadi kesakitan akhirnya mengangkat kepalanya dan balas menatapku. “Mari kita perbaiki pernikahan kita.” Ajakan Mas Eli membuatku membelalak, refleks kakiku melangkah menjauhinya, Mas Eli yang tidak ingin berjarak semakin mendekat, “Kumohon, Aini.” Mas Eli meraih tanganku dan menggenggamnya, lelaki itu menatapku lekat. “Ayo kita tinggal bersama lagi Aini, pulanglah ke rumahku, kita perbaiki semuanya dari awal, kuharap kamu setuju.” Aku menarik kembali tanganku dan menggeleng. Aku yang menolak, membuat wajah Mas Eli yang tadi memohon memelas berubah menjadi dingin. “Maaf Mas. Sejak dulu, aku selalu menganggap pernik

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN