Jam menunjukkan pukul setengah enam sore saat Aileen memarkirkan mobilnya di pelataran kantor Vano. Ia melepas safety belt dan keluar dari mobil. Ia membawa tiga kotak pizza yang ia beli dalam perjalanan. Langkah kaki membawanya menuju pintu transparan yang masih di jaga oleh seorang security. Ia memberitahu pria berseragam itu mengenai kedatangannya dan pria itu menyuruh wanita itu langsung masuk. Matanya langsung menatap Vano yang posisi mejanya langsung mengarah ke pintu. Atasan Vano yang kebetulan melihatnya langsung menyapanya dan menghampirinya. “Nggak ada apa- apa. Saya cuma mau ketemu Vano.” kata Aileen pada wanita yang sudah sangat ia kenal itu. “ini bagi buat yang lain, ya.” wanita itu mengulurkan pizza yang ia bawa dan mendengar wanita itu

