Rivan menautkan kedua tangannya yang kini terasa dingin. Entah kenapa, tangannya rasanya benar-benar dingin, kebas, dan... entahlah ia terlalu bingung mengungkapkannya. Matanya melebar saat melihat Sandra yang berjalan dari kejauhan. Perempuan itu benar-benar menjaga langkahnya. Sampai sampai matanya tertuju pada rerumputan yang terpangkas rapi. Rivan tersenyum saat Sandra mengangkat wajahnya, dan pandangan keduanya bertemu. Senyum canggung yang tercipta membuat Rivan menggaruk tengkuknya yang tak gatal. "Hai!" Sandra tersenyum canggung sambil mengucapkan kata hai yang makin membuat suasana menjadi awkward. "Jadi?" Rivan menatap mata Sandra. "Jadi?" Sandra mengangkat alisnya tinggi. Bingung akan maksud Rivan yang mengatakan kata jadi. "Gimana jawaban kamu, soal pernyataan dan pertany

