Saat ini Sandra tengah menulis dibuku yang baru ditemukannya beberapa detik tadi, merangkai sebuah kalimat yang kadang membuat airmatanya berderai. Kepada Sirius di kegelapan malam. Aku ingin bertanya. Apakah luka ini tidak bisa disembuhkan? Apakah perih ini akan berkepanjangan? Jika, iya. Lalu, kepada siapa aku berbagi tangis?. Kepada siapa akan kubagi duka ini? Kepada siapa pula akan kubagi derita ini? Apakah kau bisa menyampaikan? Kepada seseorang yang mampu menjadi tempat untuk berbagi tangis, duka, dan derita. kepada seseorang yang akan menjadi malaikat. Dan kepada seseorang yang akan jadi penyelamat. Bahwa aku telah menunggunya disini. Alsandra Archernar. Sandra menutup buku biru itu, diletakkannya disamping bantal tempatnya meletakkan kepala, ditatapnya langit-langit

