"Ayah!" Rivan memanggil sang ayah yang tengah berjalan menuju ruang kerja. Djafar mengernyit, tidak biasanya anaknya itu memanggil namanya, yang biasa dilakukan sang anak adalah membiarkannya bagai angin tak terlihat, berjalan biasa bagai orang tak kenal. Tapi kali ini, anaknya memanggilnya. "Ya, ada apa?" Tanya Djafar kepada Rivan. "Rivan mau ngomong sama Ayah." Rivan maju satu langkah, ditatapnya mata sang ayah, meyakinkan bahwa yang diucapkannya tadi adalah benar, bukan mimpi atau guyonan. Djafar mengangguk. "Ayah, ganti baju dulu.". Djafar berhenti di pertengahan anak tangga, saat dilihat anaknya tengah duduk dengan gelisah, segera dilangkahkan kakinya menuju keberadaan sang anak. "Ada apa? Tumben mau ngomong sama Ayah." Djafar menatap mata anaknya yang berputar gelisah. Rivan m

