"Fix, lo suka sama Rivan!!!" Suara Dila masuk ke Indra pendengaran Sandra, dengan intonasi meninggi serta sedikit berteriak, membuat Sandra refleks menjauhkan benda pipih itu dari telinganya. "Masa? Nggak mungkin!" Sanggah Sandra. "Gue dulu gitu kok, itu namanya lagi kasmaran tau nggak. Norak banget sih lo, kayak nggak pernah jatuh cinta aja." Di seberang sana, bisa Sandra pastikan ekspresi Dila sedang sangat masam. "Tapi, La, gue bingung juga. Kalo iya gue suka sama Rivan, gue itu malah deg-deg-an di dekat dia, bukanya malah seneng kayak ABG kasmaran itu!" Sandra masih meneruskan acara curcolnya pada Dila, padahal pertama kali menelpon niat hati ingin tanya tugas. Eh, tapi malah juntrungannya curhat juga. Sandra menceritakan semuanya pada Dila, tentang dia yang selalu deg-deg-an jika b

