42

992 Kata

"Al, nanti jangan lupa." Sandra hampir saja berteriak saat dengan tiba-tiba Elang menongolkan kepalanya tepat saat Sandra ada di depan gerbang, tapi yang membuat Sandra lebih bingung lagi adalah karena keberadaan Elang yang pagi-pagi sudah ada di depan gerbang rumahnya. "Ha?! Ngagetin tau nggak." Keluh Sandra "Ya biar nggak lupa." "Enggak, inget kok." "Berarti lupa kan?" "Maksud aku, nggak lupa, aku inget." "Pinter." Elang hendak mengangkat tangannya niat hati ingin mengacak rambut Sandra, tapi ia urungkan saat mendengar suara deheman yang keras, tapi Elang pikir deheman itu sengaja dibuat agar keras. Sandra menaikkan alisnya lalu membalikkan badannya, dan dia kembali kaget untuk kedua kalinya saat mengetahui Rivan sudah duduk tenang di atas motornya dengan standar motor yang dit

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN