Rivan pulang ke rumahnya dengan senyum yang sangat mengembang. Bagaimana tidak, dia berhasil meluluhkan Sandra yang sedari tadi marah denganya. Ditambah lagi dengan mendapatkan teman baru. Tanganya mengayun membuka pintu rumahnya yang besar. Senyumnya memudar saat melihat mama dan ayahnya yang sedang duduk berjauhan di sofa ruang tamu, ditemani dua cangkir yang masih mengepulkan asap panas, entah isinya apa Rivan juga tidak tau. "Andra!" Yasmin pertama kali mengeluarkan suara, setelah beberapa detik kesunyian menyeruak. Sedangkan Djafar tampak lebih tenang dengan melepas kacamata yang membingkai wajahnya. Dengan langkah cepat Rivan segera berlari menuju kamarnya, sebelum sang mama mampu menggapainya. Ditutupnya pintu kamar rapat-rapat, Rivan berusaha meredakan debaran di dadanya yang me

