Sandra menenteng jaket abu-abu yang kemarin di pakainya dari tukang ojek. Dia yakin, sangat yakin malah, kalau itu adalah jaket Rivan. Sandra melihat Rivan yang melewati langkah kaki lunglainya, segera disusul punggung tegap yang ada di depannya. "Van." Sandra menutup akses di depan Rivan, merentangkan dua tanganya, menghalau langkah orang di depannya. Rivan menatap datar gadis di depannya, ada rasa yang tak bisa dijelaskan saat pandangan matanya bertabrakan dengan manik cokelat terang yang beberapa waktu lalu, pernah ia tatap di indahnya senja. "Lo, marah ya sama gue?" Sandra bertanya sedikit mendongakkan kepala, demi bisa melihat manik mata sehitam jelaga itu. Siapa yang menyangka, Rivan malah menepis kasar rentangan lengan Sandra. Langkah kaki lebarnya, semakin dilebarkan, demi me

