Sandra melangkahkan kakinya lunglai menuju halte, kenyataannya walaupun ponselnya sudah kembali tapi rasanya masih ada yang hilang, rasanya masih ada yang kurang. Sandra berhenti, biasanya Rivan selalu nongol tiba-tiba kalau dia sedang menunggu angkutan di halte. Tapi ini, sudah beberapa menit Sandra duduk di halte, tidak ada seorang pun yang menghampirinya. Tidak ada taksi ataupun angkutan lain yang lewat di hadapannya, mana hari ini panas, matahari seakan membakar kulit Sandra tanpa ampun, menyebabkan kulit putihnya jadi sedikit memerah. Tiba-tiba, tukang ojek datang di hadapannya. "Ojek, neng?" Tawarnya "Eh, boleh Pak." Sandra mendekat. Ojek itu menyerahkan jaket kepada Sandra. "Ini punya siapa, Pak?" Tanya Sandra bingung. Nggak biasanya tukang ojek ngasih jaket, paling-paling j

