Happy Reading . . . *** Aku menatap Tiffany dengan pandangan tajam dan kesal yang menjadi satu. Di ruang tengah ini, dengan gembira ia bermain bersama anak anjingnya itu tanpa mempedulikan diriku. Setelah sepulang dari makam Alexa tadi, ia benar-benar tidak bisa berhenti merengek karena anak anjingnya itu yang tertinggal. Selain tidak tega karena ia yang terus bersedih, aku juga bosan mendengar rengekkannya itu. Pada akhirnya aku pun menyuruh Jeff pergi ke Glasgow sore hari tadi, dan pada waktu sudah menunjukkan tengah malam akhirnya Tiffany baru bisa terdiam setelah ia memeluk anjingnya itu. "Ini sudah malam, sayang." "Lalu kenapa?" Protesnya yang langsung menatapku tajam. "Kita harus beristirahat, besok aku ingin pergi ke kantor pagi-pagi sekali." "Kalau begitu kau duluan s

