Happy Reading . . . *** Aku mengalihkan tatapan dari layar laptop menuju pintu ruang kerjaku ketika mendengar suaranya yang dibuka. Senyumanku langsung terbit ketika melihat wanita yang aku cintai itu sedang melangkah menghampiri. "Aku merindukanmu," ucapku sambil menarik tubuh Tiffany hingga jatuh di atas pangkuanku. "Kita baru tidak bertemu beberapa jam yang lalu saja, okay?" "Tetap saja, aku merindukanmu." Aku pun menciumi pipi Tiffany hingga membuat wanita itu terkikik kegelian. "Kau membawa makan siangnya?" "Tentu, aku membawakan sesuai pesananmu." Balasnya sambil menunjukkan tas ransel yang ia bawa di punggungnya. "Aku merindukan masakanmu." "Kalau begitu kita makan siang saja sekarang." "Masih terlalu cepat. Bagaimana kalau kita..." "Makan siang," sela Tiffan

