Happy Reading . . . *** Amsterdam, Netherlands ~ Dua Minggu berlalu dan aku memutuskan untuk pergi bulan madu ke Amsterdam bersama Tiffany. Setelah semua permasalahan yang terjadi belakangan ini sudah selesai. Dengan pria b******n itu yang sudah menerima hukuman penjara seumur hidup, itu semua sudah lebih dari cukup sebagai balasan atas perbuatan keji yang sudah dilakukannya. "Bahagianya pria-ku ini," ucap Tiffany sambil menepuk pipiku sambil tersenyum. "Tentu saja. Bagaimana tidak? Dalam 1 Minggu ke depan kau hanya akan menjadi milikku dan tidak akan ada yang pernah mengganggu kita," balasku yang semakin mengeratkan rangkulanku di bahunya. "Kenapa kau mengajakku ke Amsterdam?" "Karena ini kampung halamanku." "Benarkah? Kenapa kau tidak pernah mengatakannya?" "Sebenarny

