Senyum tipis mengembang di bibirnya, tatapan yang khas membuat para perempuan terpikat akan ketampanannya. Menatap sang ibu dengan lembut dengan penuh kasih sayang. “Apakah yakin mau memilih mengajar dari pada ke kerja di kantor Papa?” tanya sang Ibu kala menatap sang putra berjalan ke arahnya dengan senyum mengembang. “Insya Allah Adit siap kok Bunda, lagian sekarang udah yakin dengan keputusan Adit. Doakan ya Bunda, semoga ini jalan yang Adit ambil untuk hidup yang terang untuk Adit.” Adit duduk di samping sang Ibu menggenggam tangan sang ibu dengan lembut. “Bunda pasti mendoakan yang terbaik untuk kamu kok. Apa pun keputusanmu Bunda bakalan dukung. Hanya saja kamu jangan lupa akan kewajiban kamu ya,” Sang Ibu mengusap pelan rambut anak sulungnya ini dengan lembut. “Terima kasih Bun

