“Semoga cepat sembuh ya adiknya,” ucap Fano. “terima kasih ya. Tumben tanya ada apa memangnya?” tanya Maisya sedikit aneh dengan Fano. Fano hanya menggeleng dan kembali lagi memainkan Hp Nya. Maisya hanya menatap Fano malas. “Dia memang kayak gitu modelnya. Jangan di pikirin nanti makin gila,” jawab Intan. Maisya hanya menatap dengan tersenyum dengan hal apa yang di katakan temannya. Memang begitu adanya temannya ini sangat aneh dan sungguh tak di mengerti dan tak ingin di mengerti. Suara bel terdengar di seluruh ruangan. Jam pelajaran sudah masuk, pelajaran yang utama adalah matematika. “Aku gak tahu pasti tapi sih katanya yang ngajar nanti katanya guru baru.” Ucapan sang teman di meja sebelahnya terdengar sampai di telinga Maisya. “Yang benar bukannya pak Reza yang masuk lagi? Aku

