kalian adalah rumah kedua

2036 Kata

“Terima kasih buat kalian sudah mau mendengarkan saya di sini. Hari ini saya akan memberi beberapa catatan karena selanjutnya kita baru akan belajar seperti biasanya.” Adit memberi beberapa catatan yang menurutnya penting. Kemudian dia sibuk dengan laptopnya tak lupa kaca mata yang sudah bertengger di batang hidungnya. Tak ada yang membantah mereka semua mengerjakan apa yang di suruh Adit. Bahkan Sely tampak heboh menggosip. “Kalau kayak gini bakalan betah deh. Gurunya itu hot banget. Tatapannya itu loh, bikin deg-deg kan,” ujar Sely masih memuji Adit yang tampak seperti malaikat di depan matanya. Bukan hanya dia bahkan hampir seisi kelas mengagumi sosok Adit yang sangat tampan. “Bukan kamu aja. Aku juga merasa kayak gitu kok. Lagian pak Adit tipe orang yang humble. Jadi makin semang

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN