Jangan terus sesali!

2018 Kata

Maisya sudah tersenyum dengan senangnya. Dengan pakaian yang hampir menutup semua bagian tubuhnya. Dirinya berjalan ke arah Amy yang masih santai dengan secangkir kopi di tangannya. “Mau ke mana sayang?” tanya Amy yang menyadari kehadiran Maisya. “....” ucap Maisya berbisik. “Kenapa harus berbisik?” tanya Amy sambil sedikit tertahan tawa. “Biar yang baca semakin penasaran,” jawab Maisya penasaran. “Baiklah. Memangnya ke sana bareng siapa?” tanya Amy lagi. “Bareng Intan, Dinda, Fano dan juga kak Bagas tan,” jawab Maisya. “Ramai ya?” “Ya!” “Kalau begitu hati-hatilah. Jangan bawa mobilnya ngebut ya!” ujar Amy. “Kan Maisya gak bawa mobilnya tan,” ucap Maisya, Amy langsung tertawa mendengarnya. “Iya juga ya. Udahlah ah hati-hati kalian!” Tak lama Intan dan Dinda pun sampai. Mereka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN