Sudah tiga bulan berlalu, sejak kejadian itu Amy berubah menjadi pendiam. Tidak ceria seperti biasanya. Maisya bingung harus menghibur tantenya seperti apa. Tantenya juga sudah sering kali absen ke butik. "Maisya, ini tante masakin. Makan dulu sebelum berangkat sekolah ya!" ujarnya, kemudian meninggalkan Maisya seorang diri. Iya tantenya tak pernah sekalipun absen buat masak, tapi tantenya tak pernah lagi duduk disampingnya hanya unyuk menemani nya makan. Om nya juga tak pernah menunjukkan batang hidungnya semenjak itu. Maisya merasa sedih, atas kondisi yang menimpa tantenya. Belum lagi tentang perkembangan hatinya yang masih stuck disitu-situ aja. Maisya sudah melakukan berbagai macam cara untuk meluluhkan guru matematika yang menawan itu, tapii tetap saja gurunya tak tau perasaannya.
Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari


