#Bab 24+Hari ke-23 "May, mengertilah! Aku sudah memiliki istri sekarang. Maafkan aku waktu lalu!" Aku menunduk, May menangis. *** "Selamat pagi!" Setelah mengambil wudhu, kulihat Limah baru bangun, matanya terlihat sembab, mungkin ia semalaman menangis. "Ya." Dia segera masuk ke kamar mandi, aku menunggunya. "Shalat bareng, yuk!" Setelah melihatnya keluar, dan menuju mushola kecil di rumah kami, aku bersiap untuk shalat shubuh berjamaah. "Tapi laki-laki lebih wajib shalat di Masjid, Mas!" tolaknya. Ia segera memakai mukena. "Baiklah, Mas berangkat dulu, Assalamu'alaikum." "Waalaikumssalam warahmatullah." Kupikir Limah akan mendiamkanku lagi, untungnya kali ini tidak. Aku sangat bersyukur. Iqomat berkumandang, shaf dirapihkan, kaki disejajarkan, inilah indahnya Islam. Bera

