##Bab 23+Hari ke-22 Setelah jalan-jalan kemarin, rasanya hidupku lebih bersemangat. Seperti habis di charger sampai batrainya full seratus persen, begitulah kondisi semangatku hari ini. Jam menunjukkan pukul 06.00 WIB, aku harus membiasakan diri membantu Limah di dapur. Agar memiliki alasan dekat dengannya, dan agar aku mudah meringankan sedikit bebannya. "Pagi!” sapaku penuh semangat. Kulihat Limah sedang sibuk mencuci piring. "Ya," sahutnya singkat. Aih, cepat sekali ia sudah mulai kembali cuek? Padahal rasanya manis sekali sikapnya. "Jutek banget si, Dik." Aku memperhatikan punggungnya. "Mas, daripada diem, mending tolong balikin itu ikan gorengnya! Takut gosong," titahnya sambil sibuk membilas gelas yang sudah disabuni. "Ya makanya kalau kerja itu satu-satu, jangan nyambi

