#Bab 22 + Hari ke-21

2380 Kata

##Bab 22+Hari ke-21 Ridwan pov Pagi yang cerah, aku sudah bersiap memakai seragam kantorku, tinggal tancap dikit depan cermin, selesai. Setelah bergaya di depan cermin, gegas kutemui Limah di dapur. Aku ingin tahu seperti apa reaksinya. "Ekhm!" Aku berdiri di belakangnya, dia menoleh sekilas lalu melanjutkan memasukkan balado terong ke piring. "Ekhm!" Aku berdehem sekali lagi, barangkali ia tidak mendengar kode dariku. "Apaan si?" tanyanya galak. Aku terus memandangi wajahnya yang mulai bersemu merah. “Mas ngapain, si? Kalau batuk ya minum obat! Jangan kayak gitu,” cercanya, padahal aku tahu rasanya tak karuan. "Love you, Sayang." Aku berucap di telinganya. "Mas, mau aku tempelin wajan bekas masak ke muka, Mas?" Dia berbalik, mengangkat wajan tinggi-tinggi. Aku kaget bukan main d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN