Bab 14+ Hari ke-11 Kata-kata Rasyid semalam selalu terngiang di pikiranku. “Aku selalu berusaha membuatnya tersenyum. Apa kau tidak cemburu?” jelas aku cemburu, bahkan begitu marah. Aku tidak mengerti dengan perasaanku hari ini. Sebentar aku takut kehilangan Halimah dan Jingga, sebentar bayangan May selalu menghantuiku. Membuatku merasa kebingungan dengan keputusan besar yang akan ku ambil. Andai aku bisa memilih dua, maka aku akan memilih keduanya. Pastinya kehidupanku akan semakin lebih baik lagi. Bukankah itu adalah impian banyak lelaki? Sayangnya aku seperti mendapat buah simalakama. Maju kena mundur kena. Memilih satu, maka aku kehilangan Halimah dan kedua anakku. Memilih Halimah, aku kehilangan cintaku. Cinta yang ingin sekali aku dapat dan kurasakan versi halal. Naluri seo

