##Bab 15+Hari ke-12 Pagi ini aku bisa bangun lebih awal. Padahal dulu, bangun di sepertiga malam sudah menjadi rutinitas kami. Aku dan Limah. Kadang Jingga ikut terbangun jika ia ingin ke toilet. Akhirnya kami shalat berjamaah bersama. Aku rindu kebersamaan itu. Hatiku tenang, tidak seperti hari-hari sebelumnya yang selalu merasakan gelisah, dan rasa sesak yang tidak menentu. Sebelum berangkat, kusempatkan waktu untuk sarapan bubur di warung pojok. Sebenarnya ada yang lebih dekat, hanya saja aku ingin melihat Limah terlebih dahulu. Ragu aku melewati rumahnya. "Assalamu'alaikum." Pas sekali, dia sedang menyapu di halaman. "Waalaikumssalam, Mas." "Ikut, yuk!" Aku menenteng mangkuk. "Ngapain bawa-bawa mangkuk, Mas?" Ia memberhentikan aktivitasnya menyapu. "Aku mau beli bubur. Ay

