bc

Asmara Terlarang

book_age18+
0
IKUTI
1K
BACA
family
HE
fated
friends to lovers
playboy
kickass heroine
drama
tragedy
sweet
bxg
lighthearted
serious
office/work place
childhood crush
like
intro-logo
Uraian

Alvaro Brawijaya (25 tahun) adalah pria sempurna, tampan dan kaya, Ayahnya adalah pemilik perusahaan besar yang memiliki harta triliunan. Bahkan, dinobatkan sebagai orang terkaya di Asia Tenggara. Namun, siapa sangka dibalik kemewahan yang menyilaukan mata, tersimpan rahasia besar yang tidak diketahui oleh siapapun. Ia lahir dari asmara terlarang kedua orang tuanya. Harus menyembunyikan sosok Ibu kandungnya dan memanggil wanita lain dengan sebutan Ibu. Hidupnya bagai terpenjara. Hingga akhirnya, ia jatuh cinta kepada putri asisten rumah tangga yang bekerja di kediamannya. Sekian lama hidup di belakang nama besar sang ayah dan istri sahnya, Alvaro akhirnya memutuskan untuk membuka jati diri yang sebenarnya dan mengungkapkan kepada dunia bahwa dirinya adalah anak haram agar statusnya setara dengan sang kekasih tercinta. Harta, tahta dan wanita, Alvaro Brawijaya harus memilih antara kemewahan yang diimpikan oleh setiap manusia atau, bersanding dengan wanita yang ia cintai.

chap-preview
Pratinjau gratis
Bab 1. Alvaro Brawijaya
"Mau sampai kapan kamu hidup seperti ini, Varo?" suara wanita berusia 45 tahun menyambut kedatangan Alvaro, pria itu berjalan memasuki rumahnya dengan tubuh sempoyongan, rambutnya sedikit berantakan dengan wajah lesu. "Kamu ini udah dewasa, Varo. Belum cukupkah kamu hidup main-main seperti ini? Sudah waktunya kamu belajar bisnis dan meneruskan perusahaan Ayahmu. Kamu udah dewasa, Varo. Astaga!" Varo sama sekali tidak menanggapi ucapan ibunya, kedua kakinya nampak berat melangkah menuju tangga. Kepalanya berkunang-kunang, tubuhnya terasa ringan dan ia terlalu mengantuk untuk sekedar menjawab ocehan ibunya. Evelyn, sang ibu seketika meraih pergelangan tangan Varo, menahan langkahnya dengan kesal. "Ibu belum selesai bicara, Varo! Mau sampai kapan kamu mabuk-mabukan seperti ini, hah? Kamu mau Ayahmu marah dan kita diusir dari rumah ini?" Varo sontak menahan langkahnya, menoleh dan menatap wajah sang ibu dengan tatapan sayu. "Bagus kalau diusir, bukankah selama ini Ibu tak bisa melihat dunia luar? Bukankah selama ini Ibu hidup terpenjara karena Ayah harus menyembunyikan status Ibu sebagai istri sirinya? Emangnya Ibu gak capek apa hidup seperti itu? Percuma banyak uang, tapi gak bisa menikmati keindahan dunia luar," jawabnya dengan santai. Evelyn mengusap wajahnya kasar dengan mata terpejam. "Astaga, Varo. Jaga bicaramu, kalau Ayahmu sampe denger, bisa gawat. Kamu bisa diusir dari rumah ini, bahkan bisa dicoret dari daftar ahli waris. Ibu gak mau jadi gembel, ya." "Nggak apa-apa, biarin aja Ayah denger. Toh, emang faktanya seperti itu, 'kan? Aku ini cuma anak haram kalian berdua, aku bahkan harus memanggil istri sah ayahku dengan sebutan Ibu dan menyembunyikan keberadaan Ibu kandungku sendiri." "Anak kurang ajar!" bentak seorang pria tua, suara seraknya membahana bahkan memantul di udara Baik Alvaro maupun ibunya sontak menoleh dan menatap ke arah samping, seorang pria dengan rambut seluruhnya memutih nampak berjalan, menghampiri mereka. Tatapan matanya begitu tajam, memandang wajah Alvaro dengan murka. Sesaat setelah ia tiba di hadapan mereka, telapak tangannya tiba-tiba melayang ke udara lalu melayang di wajah Alvaro keras dan bertenaga. Plak .... Wajah Alvaro terlempar ke arah samping, darah segar menetes dari ujung bibirnya "Dasar anak kurang ajar? Siapa yang mengajari kamu bersikap kurang ajar seperti ini, hah?" bentaknya penuh emosi. "Ayah buang-buang uang untuk menyekolahkan kamu keluar negri, hanya ini yang kamu dapat? Pulang malam, mabuk-mabukan, main wanita, dasar anak tak tau diri!" Evelyn seketika berdiri tepat di depan putranya seraya merentangkan kedua tangan. "Sudah cukup, Mas. Varo sedang mabuk, itu sebabnya dia gak bisa mengontrol ucapannya. Aku janji, lain kali dia gak akan seperti ini lagi. Salahku karena tak bisa mendidik dia dengan baik," ucapnya dengan mata memerah dan berair. "Anak sama Ibu sama aja!" decak Brawijaya, menatap wajah Evelyn dan putranya secara bergantian. Sementara Alvaro hanya terdiam tanpa menimpali ucapan sang ayah. wajahnya mulai memanas, rasa nyeri perlahan menjalar di permukaan wajahnya, akibat tamparan sang ayah. "Cepat minta maaf sama Ayahmu, Varo. Cepaaat!" pinta sang ibu seraya melingkarkan kedua tangan di pergelangan tangan Alvaro, tapi pria berusia 25 tahun hanya bergeming dengan kepala menunduk. "Kenapa kamu diem aja? Cepat minta maaf." "Maaf," jawab Alvaro dengan pelan. "Maaf karena aku harus terlahir sebagai anak kalian berdua, begitu? Seorang anak tidak dapat memilih dari rahim siapa ia ingin dilahirkan, tapi aku tetap minta maaf, meski sebenarnya aku tak salah." Ucapan terakhir Alvaro sebelum akhirnya melangkah menuju tangga dan naik ke lantai dua. "Anak gak tau diri!" bentak Brawijaya semakin murka. "Sudah cukup, Mas. Gak usah diperpanjang," pinta Evelyn, melangkah mendekati suaminya, berdiri tepat di sampingnya. "Biarkan Varo menikmati masa mudanya, sebelum dia mengambil alih perusahaan, biarkan dia hidup sesuka hatinya dulu, Mas." Brawijaya tersenyum sinis, menoleh dan menatap wajah Evelyn dengan dingin. "Ajari anakmu, Evelyn. Seharusnya, seorang Ibu adalah madrasah pertama buat anaknya. Kamu bisanya cuma ngabisin duit aja," decaknya dengan datar "Gimana ceritanya aku bisa jadi madrasah buat anakku, orang kamu sekolahin dia di luar negeri," timpal Evelyn dengan dingin. "Kamu ini, dibilangin suami bisanya jawab terus," ketus Brawijaya, berbalik lalu berjalan meninggalkan wanita itu sendirian. "Emang faktanya seperti itu, Mas. Dari SMP, SMA sampe kuliah Alvaro sekolah di luar negri, mana sempat aku jadi madrasah pertama dia!" seru Evelyn, tapi sama sekali tidak ditanggapi oleh pria berusia 65 tahun itu. "Kalau kayak gini terus, Varo bisa gagal jadi penerus perusahaan Mas Brawijaya, tapi gimana caranya aku bicara sama dia? Ya Tuhan, jangan sampai pengorbananku selama ini sia-sia. Aku terkurung di rumah ini selama 25 tahun demi anakku," batin Evelyn seraya mengusap dadanya sendiri yang terasa sesak. Seorang gadis muda berusia 20 tahun berjalan dengan berjinjit kaki, memasuki pintu utama seraya menenteng sepatunya. Evelyn sontak menoleh dan menatap wajah wanita itu seraya menggelengkan kepala. "Baru pulang kamu, Lila?" tanyanya, membuat wanita muda itu sontak menahan langkahnya dengan wajah pucat. "I-iya, Nyonya. Maaf karena aku pulang kemalaman, hari ini restoran agak rame," jawabnya dengan kepala menunduk. "Bawakan teh hangat ke kamarnya Varo. Bilang aja saya yang nyuruh." "Ba-baik, Nyonya." "Ke kamar Tuan Muda, malam-malam begini? Ya Tuhan, lindungilah hamba-Mu yang lemah ini," batin Lila, seraya menatap ke arah tangga. *** 15 menit kemudian. Lila berdiri di depan pintu kamar dengan membawa nampan berisi satu gelas teh hangat. Terdiam, menatap permukaan pintu dengan perasaan ragu sebelum akhirnya mengetuknya dengan pelan. "Tuan Muda, Nyonya memintaku membawakan teh hangat," ujarnya dengan suara lantang, tapi hanya keheningan yang terasa dari dalam sana. "Tuan, boleh aku masuk?" Pintu pun akhirnya dibuka dari dalam, Alvaro dengan bertelanjang d**a berdiri di belakang pintu, menatap wanita muda itu dari ujung kaki hingga ujung rambut dengan kening dikerutkan. "Kamu siapa?" tanyanya. "Astaga, ko bisa malam-malam begini gak pake baju? Ini gak apa-apa aku masuk ke kamar Tuan Muda? Kalau nanti aku di apa-apain sama dia, gimana? Ya Tuhan, lindungilah hambamu yang lemah ini," batin Lila, gugup dan takut. "A-aku diminta untuk mengantarkan teh hangat buat Anda, Tuan Muda. Na-namaku Lila," jawab Lila dengan kepala menunduk. "Lila? Sejak kapan Ibu mempekerjakan gadis muda di rumah ini? Hmm ... cantik juga," batin Alvaro, seraya tersenyum menyeringai. Bersambung ....

editor-pick
Dreame-Pilihan editor

bc

Istri Lemah, Pengacara Kejam

read
1K
bc

Sentuhan Semalam Sang Mafia

read
193.1K
bc

Dinikahi Karena Dendam

read
235.9K
bc

Kali kedua

read
221.2K
bc

TERNODA

read
201.2K
bc

Terpaksa Menjadi Istri Kedua Bosku

read
22.1K
bc

Setelah 10 Tahun Berpisah

read
84.1K

Pindai untuk mengunduh app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook