Bab 21. Makam Orang Tua

1468 Kata

"Mamah, Kyra kangen. Kenapa Mamah tega ninggalin Kyra, kenapa Mamah biarkan Papa bahagia dengan nenek lampir itu, hingga akhirnya Kyra yang menderita," ucap Kyra di depan makam sang Mama. Air mata wanita cantik itu sudah menganak sungai di pipi mulusnya, rasa sesak, rindu, yang selama ini membelenggu dia tumpahkan hari ini. "Mamah, selama ini Kyra kesepian. Tidak ada orang yang tulus menyayangi Kyra selain Mamah. Mah, Kyra gak punya teman bercerita, saat Kyra sedih hanya boneka Barbie yang bisa Kyra ajak bicara," ucap Kyra masih dengan isak tangisnya. Kaivan mengusap pelan punggung sang istri, ikut merasakan kesedihan yang tengah di rasakan sang istri. Andai ibunya telah meninggal dan Kaivan tahu makamnya mungkin itu lebih baik karena dia bisa berdoa di depan makam tersebut. Akan tetap

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN