Kyra begitu senang karena berhasil membodohi Kaivan, saat suaminya itu mengantri di kedai es krim. Kyra berjalan cepat tidak tentu arah, yang jelas dia bisa kabur dari Kaivan terlebih dahulu agar rencana Kaivan membawanya ke psikiater tidak terlaksana. "Akhirnya aku bisa lepas dari dia, tapi sekarang aku kemana ya, gak bawa handphone dan dompet lagi," ucap Kyra saat menyadari dia tak membawa dua barang penting tersebut. Setelah berjalan cukup jauh dari kedai es krim tersebut, Kyra duduk di sebuah kursi kayu untuk beristirahat. Panasnya terik matahari membuat dia mengeluarkan keringat dan jari lentiknya itu refleks mengipas-mengipas wajahnya. "Wah neng cantik sendirian aja, mau Abang temenin enggak?" ucap seorang lelaki yang tiba-tiba datang menghampirinya. Kyra tidak menjawab, dia mera

