Dua Satu

542 Kata

"Mereka rewel lagi?" Senja hanya bisa mengangguk. Badannya sudah lemas sepagian bolak-balik kamar mandi. Semua asupan yang masuk melewati kerongkongannya akan berbalik keluar beberapa menit setelahnya. "Mereka kenapa sih?" Radit tersenyum. Rasanya senang dan gemas secara bersamaan melihat ekspresi Senja karena perbuatan si kembar. "Coba gini." Radit meraih gelas air putih hangat yang telah di siapkannya. Meminumnya sedikit lalu menekan tengkuk Senja dan menyalurkan air itu ke dalam mulut istrinya. Sekian detik tidak ada tanda-tanda muntah seperti yang sudah-sudah. Senja melongo di buatnya. Masih saja perasaan dongkol itu merajai dadanya. Kalian kenapa cuma mau dengan Papa aja sih? "Mas kan sudah bilang." Seakan tahu apa yang istrinya pendam, Radit mengingatkan. "Mereka cuma mau maka

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN