Dua minggu berlalu pasca Dito mencium Fania yang sedang dalam pengaruh alkohol dengan kadar cukup tinggi hingga membuat wanita itu tepar keesokan harinya dan terpaksa mengambil cuti sehari karena tak sanggup beranjak dari atas tempat tidur. Dito dan Fania sempat berdebat soal masalah yang terjadi. Fania terus menyangkal saat Dito memojokkannya dengan mengatakan bahwa Fania mabuk hanya untuk melampiaskan kekesalannya kepada laki-laki itu. Tetapi karena ia hanya sedang merayakan kesuksesan acaranya hingga melupakan toleransi alkohol yang bisa diterima tubuhnya. Fania juga bersikukuh mengatakan bahwa ia sama sekali tak kecewa maupun marah. Padahal, Dito akan lebih senang kalau Fania benar-benar kecewa atau marah. Karena itu artinya Fania benar-benar mengharapkan kedatangannya. Perdebatan

