BAB 60. Pulang

1577 Kata

Saat hidup sudah begitu dekat dengan maut, selalu ada keinginan untuk kembali pada masa di mana banyak sesal dalam hidup. Penyesalan demi penyesalan yang menghantui dan menggaung itu sulit diabaikan meski sudah susah payah menutup mata dan telinga. “Aku sempat mimpi ketemu anak kita,” cerita Dito setelah mama dan papa mertuanya yang datang tiga jam yang lalu—sejak dikabari oleh Mila siang tadi bahwa Dito sudah siuman—itu pamit untuk pulang. Sementara Ibu sedang keluar bersama Mila untuk membeli makanan, sekaligus memberi ruang bagi Dito dan Fania untuk menghabiskan lebih banyak waktu berdua. “Aku nggak tahu tempatnya ada di mana, tapi aku ngerasa familiar. Dan aku ngerasa akan sangat bahagia tinggal di sana karena bisa lepas dari segala rasa sakit. Waktu lihat dia tersenyum bahagia, aku p

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN