Dito melewati masa-masa pemulihan yang paling membosankan. Satu bulan penuh ia hidup seperti tahanan rumah yang setiap hal yang ingin ia lakukan harus mendapatkan persetujuan dari Fania dan Ibu. Fania menjadi sangat protektif dalam sebulan terakhir. Dan Ibu menjadi semakin cerewet. Begini ceritanya, karena kondisi Dito yang masih butuh perawatan dan pemantauan intensif, keinginan Fania untuk tinggal bersama Ibu−menemani ibu mertuanya yang telah ditinggal pergi sang suami tercinta−akhirnya terwujud. Dengan sedikit paksaan−sesuatu yang selalu melekat pada diri Fania, selalu tanpa sadar memaksakan kehendaknya dengan ataupun tanpa rayuan kepada suaminya−Dito menyetujui permintaan Fania. Dan seperti yang ia janjikan, mereka hanya akan tinggal bersama Ibu paling lama dua bulan. Masih tersisa s

