Berada di posisi Dito tidak mudah. Ia menyayangi Fania dan telah menganggap wanita itu sebagai seorang adik sejak lama. Namun, rasa sayang itu sudah bergeser. Dito ingin memiliki Fania sebagai seorang wanita. Bukan lagi menjadi kakak laki-laki yang membiarkan adik kecilnya menyabotase mainan miliknya karena tidak ingin ditingalkan bermain Barbie sendirian. Dan yang ia tahu, saat Fania berkata kalau wanita itu menyayangi dirinya, itu juga bentuk kasih sayang dari seorang adik kepada kakak laki-lakinya. Ironis memang. Walaupun mereka sudah sering berpelukan, berciuman di bibir, bahkan hingga tidur bersama, Dito tahu bahwa Fania masih belum menganggapnya sebagai seorang pria. Dan sekarang, setelah ia mengungkapkan perasaan cintanya dan dibalas Fania dengan permintaan untuk tidak pergi, logik

