“You look good on suits,” puji Fania saat melihat Dito berdiri di dekat pintu kamarnya. Menunggui wanita itu yang sedang merapikan tatanan rambut dan kemudian menyemprotkan parfum ke badannya. “Aw, thank you. Kamu juga cantik. As always,” kata Dito. Balas memuji Fania yang malam in tampak begitu luar biasa. Fania menyungggingkan senyum tipis. Setelah menyelesaikan seluruh dandanannya, Fania meraih clutch yang berwarna senada dengan dress dan high heels yang ia kenakan, mematikan lampu, kemudian keluar kamar. Fania merangkul lengan Dito dengan luwes saat keduanya meninggalkan unit apartemen mereka. Mereka berdua tampak begitu serasi. Tidak akan ada yang mengira kalau hubungan mereka sesungguhnya jauh dari kata normal dan serasi. Mengingat kenyataan bahwa sampai hari ini mereka kedua masi

