Tak seperti Dito yang tampak berseri-seri dengan berita kehamilannya, Fania justru tampak linglung. Dokter kandungan yang memeriksanya sampai harus tiga kali menyampaikan berita bahagia itu karena Fania hanya menatap kosong ke arah Dito yang tersenyum cerah. Sejujurnya Fania mendengar dengan jelas sejak awal dokter kandungan itu menjelaskan kondisinya yang tengah berbadan dua. Namun, ia sulit percaya. Bahkan meski Fania sudah sadar betul bahwa ia sedang mengandung buah cintanya dengan Dito, ia masih tidak antusias menyambutnya. Seakan hadirnya nyawa di dalam rahimnya itu bukan sesuatu yang membahagiakan. “Nggak ada sesuatu yang kamu pengen makan?” Dito sudah berkali-kali menawari Fania bermacam-macam makanan sejak dokter meninggalkan ruang inap Fania—Dito memaksa agar Fania menginap seti

