BAB 10. Terbawa Perasaan

2283 Kata

Meski sudah dihubungi hingga belasan kali, Dito tak kunjung mengangkat telepon dari Fania. Padahal wanita sudah mau menyempatkan datang ke rumah sakit hanya untuk mengantarkan dompet Dito yang tertinggal di apartemen. “Bener-bener nih orang. Nyusahin!” gerutu Fania. Pada akhirnya wanita itu terpaksa turun dari mobil dan masuk ke gedung rumah sakit. Suasana IGD pagi itu sangat kacau dan sibuk. Orang-orang lalu lalang meski masih begitu pagi. Beberapa perawat dan dokter sedang mengurusi pasien. Sementara keluarga pasien menunjukkan raut panik, sedih, dan takut.    Fania mengedarkan pandangan ke ruangan yang ramai itu, mencari ke beberapa bilik dan tak menemukan Dito di mana-mana. Ia pun mendekat ke bagian administrasi. Bertanya kepada salah satu pegawai yang mengenakan seragam perawat

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN