BAB 09. 3.00 AM

2262 Kata

Mata Fania terbuka perlahan. Yang pertama ia lihat adalah langit-langit kamar yang disirami cahaya samar dari dua lampu tidur yang berada di sisi kepala ranjang. Fania memguap lebar dan mengerjap-ngerjapkan mata yang masih belum terbiasa dengan cahaya yang tak seberapa itu. Kemudian ia perlahan bangkit, duduk dengan kepala terkulai—masih terasa berat untuk bisa tegak—ke pundak kiri. Setelah kesadarannya hampir terkumpul penuh, ia menoleh ke sisi kanan. Dito tidur nyenyak dalam posisi tengkurap. Wajahnya menempel di bantal, menghadap ke kanan, membelakangi posisi Fania. Sehingga Fania berhadapan dengan belakang kepala Dito yang rambutnya acak-acakan. Fania mengerang tanpa suara mengingat apa yang telah ia dan Dito lakukan semalam sebelum ia jatuh lelap. Mendekap wajahnya menggunakan bant

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN