BAB 41. Desperate Wife

2070 Kata

Jam dinding yang berada di ruangan Fania menunjukkan pukul setengah empat saat ia menghubungi Dito. Niatnya ia ingin mengajak laki-laki itu jalan-jalan ke mall dan nonton film ke bioskop atau ke mana saja asal bisa bertemu dengan laki-laki itu, bukan hanya melalui sambungan telepon seperti sama halnya dengan satu minggu terakhir. Tetapi Dito langsung menolak tanpa berpikir. Seolah-olah ajakan Fania itu mengandung virus. “Kita udah hampir seminggu nggak ketemu lho, Dit,” protes Fania melalui sambungan telepon saat menjelang pulang kerja. “Kita tinggal atap tapi nggak ketemu sampai berhari-hari tuh nggak wajar, Dit.” “Mau gimana lagi. Kita berdua lagi sama-sama sibuk,” jawab Dito. Fania menirukan jawaban Dito, mencibir tanpa suara karena mulai bosan dan dengan alasan itu yang selalu dilon

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN