“Pertanyaan gue emang sesusah itu ya sampai lo nggak bisa jawab?” Suara Puspa membuat Fania yang sedang setengah melamun itu tersentak dan kemudian dengan agak gelagapan menjawab, “Gue… gue nggak tahu.” Puspa memandangi Fania dengan tatapan−kalau Fania tidak salah mengartikan−tak percaya. Bahkan terkesan menyudutkan dan sedikit menghakimi. Kemudian berujar, “Lo udah hampir setahun nikah sama Dito dan lo sama sekali nggak ngerasain apa-apa? Seriously? Dari cerita-cerita lo, gue bisa nyimpulin kalau Dito itu orangnya baik, perhatian, sayang istri, nggak banyak nuntut, selalu ngalah dari lo. Nikmat mana yang lo dustakan? Nggak banyak cowok kayak Dito yang eksis di dunia ini.” Fania menunduk dan berlama-lama menghabiskan es kopinya yang sudah tidak terasa dingin karena sebagian besar esnya

