Aldwin melemparkan apapun yang ada di hadapannya. Dia begitu marah sampai tak dapat mengendalikan amarahnya lagi. bagaimana tidak, pada saat usahanya sedang mencapai puncaknya ada saja masalah yang menimpanya. Salah satu karyawannya menggelapkan uang perusahaan dan orang itu sudah menjadi orang kepercayaan Aldwin sendiri. Ia tak menyangka orang itu tega mencurangi Aldwin. Dan kerugian yang dialami pun tidak sedikit. Ia harus mengeluarkan tenaga ekstra lagi untuk mengembalikan semuanya. “Segera cari kemanapun dia berada dan bawa ke hadapan saya dalam keadaan hidup ataupun mati. Cari sampai dapat atau kalian saya pecat!” Perintah Aldwin pada bodyguardnya dengan penuh amarah. Merakapun mengangguk lalu berlalu dari hadapan Aldwin. “Win, ini Ayah. Bisakah Ayah masuk?” Tanya Pak Hans dari lu

